Ekonomi
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi yang menjadi tulang pungung ekonomi masyarakat Desa Sindangkerta adalah sektor pertanian. Pada sektor ini semua lapisan masyarakat mempergunakan lahan yang ada dengan berbagai macam tanaman pertanian, baik dilahan persawahan maupun lahan perkebunan. Sebagaian besar lahan pertanian yang ada termasuk kategori lahan produktif, hampir 90% lahan pertanian di Desa Sindangkerta bisa ditanami tanaman padi sebanyak 2 kali musim tanam, setelah musim tanam padi selesai bisa dipergunakan dengan tanaman palawija seperti : Bonteng, Jagung, Cabe, Kacang panjang, Kacang Ijo, Kacang Tanah dll. Disamping itu sebagian masyarakat menjadikan perdagangan sebagai sumber mata pencaharian, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Penanganan keirigasian/pengairan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para petani penggarap tanaman padi, petani penggarap tanaman palawija maupun untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi pengairan di Desa Sindangkerta pada saat ini sangat memprihatinkan mengingat tingkat kerusakan akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air. Hal ini diperparah oleh keterbatasan jumlah saluran pengambilan air dari hulu sungai dan dalam skala kecil (solokan).
Dari kondisi diatas pemerintahan desa Sindangkerta merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi, dan berusaha menampung air sebanyak-banyaknya dengan cara membuat bendungan-bendungan dari sungai pembuang untuk persiapan saat musim kemarau, disamping itu petani sangat memerlukan penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk lebih meningkatkan lagi hasil produksi pertanian dan mengolah limbah pertanian dengan produksi lainnya. Hal ini merupakan program unggulan yang menjadi prioritas utama program pembangunan desa pada periode kepemimpinan sekarang ini.
Namun upaya ini menjadi terhambat karena kurang perhatian yang optimal dari pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan saluran irigasi, padahal sebagaimana diketahui 90% penduduk Sindangkerta bermata pencaharian sebagai petani.
Sejak tahun 1986 penduduk Desa Sindangkerta menjadikan listrik sebagai sumber penerangan utama. Sudah 100% pemukiman warga sudah tersambung jaringan listrik, hanya saja masih terdapat beberapa perumahan warga desa belum tersambung instalasi listrik sendiri, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik ke tetangga terdekatnya.
Letak desa Sindangkerta yang dibatasi oleh Jalur Pantura hanya terletak pada sebagian areal pertanian, sedangkan pemukiman penduduknya berada di dalam pedesaan. Sehingga untuk menuju pemukiman penduduk desa Sindangkerta harus melewati desa tetangga yaitu desa Pamayahan atau Rambatan Kulon.
Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Sindangkerta khususnya sambungan telepon sudah lama tersedia, bahkan rata-rata warga Sindangkerta sudah menggunakan handphone untuk mempermudah berkomunikasi dengan sesama warga hal ini ditujang dengan banyaknya menara-menara jaringan sambungan seluler.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin